Sarana Penujang Proses Belajar & Kelengkapan Administrasi

Rpp Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4

Rpp Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4 | Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kurikulum 2013, alangkah baiknya kita mengetahaui terlebih dahulu, apa sih itu kurikulum? Seberapa pentingnya untuk satuan pendidikan dalam penerapan kurikulum yang sudah berdasarkan ketentuan dari kemendibud. Untuk menguraikan penjelasan dari kurikulum ini kita bahas secara sederhana, Pengertian dari kurikulum secara umum adalah suatu sistem atau sepertangkat cara yang di terapakan pada proses belajar mengajar, dan peraturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang di pedomani dalam suatu aktifitas belajar mengajar.

Rpp Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4

Dan Secara etimologis, bahwa kurikulum berasal dari kata curriculum dimana dalam bahasa inggris kurikulum adalah rencana pelajaran. Curriculum berasal dari bahas latin berarti currere, sehingga kata currere ini memiliki banyak arti yaitu berlari cepat, maju dengan cepat, menjalani dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Salah satu kajian menurut para ahli tentang kurikulum dari seseorang yang bernama Kerr, J.F (1968) dya mengatakan bahwa kurikulum adalah semua pembelajaran yang di rancang dan di laksanakan baik secara individu ataupun kelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.

Dapat kita ambil satu kesimpulan dari kurikulum sebagai fungsi yaitu sebagai alat dalam pendidikan yang memiliki berbagai macam funsi dalam pendidikan yang sangat berperan dalam kegunaannya : adapun fungsi dari kurikulum itu sendiri adalah Sebagai Berikut
  • Fungsi Penyesuaian
  • Fungsi Integritasi
  • Fungsi Diferensiasi
  • Fungsi Persiapan
  • Fungsi Pemilihan
  • Fungsi Diagnostik
Di antara fungsi yang di uraikan di atas tentunya memiliki peran di dalam kurikulum sebagai fungsi dari kurikulum yang di jalankan oleh sekolah ataupun menjadi dasar bagi bangas indonesia, karena kita mengetahui kurikulum di tanah air selalu berganti-ganti dari tahun  1947 di kenal dengan kurikulum Leer Plan ( Rencana Pelajaran) sampai tahun 2013 di kenal dengan kurikulum 2013.

Setiap sekolah yang memakai kurikulum yang telah di tetapkan oleh pemeritah tentunya harus ada cara penerapan dan tentunya ada tahapan evaluasi terhadap kurikulum yang sudah diterapkan. Tahap yang mesti dilakukan bagi sekolah untuk memakai kurikulum adalah tahapan penerapan kurikulum, karena ini penting sekali bagi satuan pendidikan untuk menjalankan kurikulum yang sesuai dengan standar pendidikan nasional.

Tahapan untuk memakai kurikulum disatuan pendidikan sekolah, sebagai berikuy :
Untuk memulainya suatu proses pembelajaran, maka tiap sekolah harus menerapkan beberapa tahapan atau di kenal dengan menggunakan kurikulum. Tentang cara menggunakan kurikukum disini adalah bagaimana siswa memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan dari belajar. Cara menggunakan kurikulum ini berkenaan dengan proses mencapai suatu tujuan, sedangakan proses itu sendiri dapat dikaitkan dengan bagaimana pengalaman belajar atau isi kurikulum diorganisasi.

Karena Organisiasi kurikulum merupakan suatu cara menyusun bahan-bahan atau pengalaman belajar yang ingin dicapai dari satu tujuan di dalam kurikulum yang di terapkan. Oleh sebab itu, bentuk dari kurikulum dan organisasinya dapat kita tekankan pada beberapa aspek ttertentu, maka proses belajar untuk mempelajari bahan berbeda. Maka dapat kita ambil beberapa kriteria yang efektif yang di katakan menurut Tyler  adalah : Bahwa kurikulum untuk di jalankan atau di gunakan harus melihat beberpa hal :
  • Berkesinambungan >> Adalah menunjukan kepada pengulangan kembali unsur utama kurikulum secara vertikal.
  • Urutan Bahan >> Adalah Mempunyai hubungan dengan kesinambungan dengan krterua ini dimaksudkan bahwa isi kurikulum dalam diorganisasi dengan cara mengurutkan bahan pelajaran sesuai tingkat kedalaman atau keluasan yang dimiliki
  • Kerpaduan Bahan >> Adalah Hubungan yang menunjukan antara hubungan horisontal pengalaman belajar yang menjadi ini kurikulum organisasi. Pengalaman belajar dapat membantu siswa memperoleh pengalaman itu dalam satu kesatuan.
 Setelah kita mengetahu tentang kurikulum, maka kita disini, kita kaitkan dengan alat penunjang berjalannya kurikulum di satuan pendidikan, yaitu seorang guru. Tanpa seorang guru tiap satuan pendidikan tidak akan berjalan, sehingga antara guru dan lingkungan masyarakat dapat meningkatkan perkembangakan kurikulum di sekolah.

Seorang guru tentunya bukan hanya bisa mengajar dan menyampaikan materi saja kepada peserta didik, akan tetapi untuk memberikan pengaruh yang baik dan berjalannya kurikulum di sekolah tentunya ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebagai seorang guru pendidik dan ke pendidikan. Karena Untuk menguasi strategi pembelajaran yang bermanfaat untuk menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik dan seorang guru juga harus menjadikan suri tauladan bagi siswanya di lingkungan sekolah dan masyarakat. Berikut ini adalah suatu rumusan yang di keluarkan oleh Depdikbud tahun 1980 bahwa seorang guru harus dimiliki beberapa sikap :
  • Kemampuan Profesional yang mencakup :
  1. Penguasaan landasan materi pelajaran
  2. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan
  3. Penguasaan proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran
  • Kemampuan Sosial 
  1. Mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan masyarakat
  2. Mampu memberikan contoh yang baik terhadap siswa dalam belajar
  3. Berjiwa sosial dan berakhlak mulia
  • Kemampuan Personal
  1. Berpenampilan Sikap yang baik
  2. Pemahaman, penghayatan dan penampilan nilai yang  sebaik mungkin dimiliki guru
  3. Penampilan upaya menjadikan dirinya sebagai contoh bagi siswa
Dari ketiga dasar yang harus di miliki seorang guru memanglah sangat penting bagi sekolah dan lingkungan masyarakat, agar suatu kurikulum yang diterapakan sesuai dengan perkembangan di masyarakat pula, karean orang tua ( masyarakat) akan menilai baik burukya penerapan kurikulum yang diterapakan di sekolah tersebut.

Setelah kita membahas tentang kurikulum, selanjutnya adalah perangkat kurikulum, karena di sinilah letak kewajiban seorang guru harus memahami dan tentunya berkewajiban membuat suatu perencanaan yang di kenal dengan rencana pembelajaran yang istilahnya adalah RPP. Kenapa seorang guru harus membuat Rpp dan kenapa pula bukan sekolah yang menyediakan Rpp.?

Dan tentunya semua itu akan memberikan gambaran bahwa suatu perangkat pembelajaran seperti Rpp merupakan hal yang tidak bisa di pisahkan antara guru dan Rpp. Karena semua yang berhubungan dengan pembelajaran di kelas adalah kewajiban seorang guru harus membuat beberapa dokumetasi selama proses belajar mengajar masih berlangsung. 

Perangkat kurikulum 2013 merupakan perangkat pembelajaran sebagai alat media belajar mengajar seorang guru pada saat proses belajar mengajar akan di langsungkan bersama peserta didik. Proses inilah yang nantinya seorang guru akan menemukan ide-idenya yang tertuangkan dalam bentuk Rpp (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Dengan Rpp seorang guru akan mampu bermediasi di dalam kelas secara maksimal dengan adanya RPP tersebut.

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Perencanaan pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui perencanaan pembelajaran yang baik, guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Perencanaan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, dari mata pelajaran maka kita dapat menemukan sebuah tujuan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tersebut, adapun dari tujuan dibuatnya RPP antara lain :
  • Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator
  • Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek
  • Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem, memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa
  • Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturant effect
  • Dengan Rpp dapat mempermudah, memperlancar dalam proses meningkatkan hasil belajar mengajar 
  • Dengan Rpp seorang guru dapat secara mandiri dapat melihat, mengamati, menganalisis dan tentunya dapat memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
Setelah kita menemukan sebuah dari tujuan pembuatan rpp bagi seorang guru, tentunya kita akan menemukan satu sisi yang masih berhubungan dengan rpp tersebut. Setelah menyusun rpp akan memiliki suatu fungsi bagi guru itu sendiri karena rpp itu sendiri yang sifat pembuatannya persemester di setiap satuan  pendidikan, apa bila materi itu akan diaplikasikan kepada peserta didik. Dari fungsi rpp ini kita bisa menjabarkan beberapa fungsi yang berhubungan dengan rpp.

Sehingga dari Rpp ini yang nantinya bisa di gunakan sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (Kegiatan Pembelajaran) supaya lebih terarah dan sejalan secara efektif dan tentunya efisien. Dengan demikian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) berperan sebagai proses pembelajaran mengajar yang memang harus di perhatikan peneuh oleh seorang guru.

Dari sinilah kita sebagai seorang guru atau pendidik bisa memberikan dan menjabarkan dari fungasi rpp itu, agar dari fungsi ini bisa sejalan dengan tujuan di susunnya rpp. Berikut kita bisa mengambil beberapa fungsi dari penyusunan rpp :
  1. Memudahkan penyampaian materi sesuai dengan buku pegangan
  2. Dapat memberikan pengertian yang lebih kongkrif, efisien dari materi yang akan di sampikan
  3. Memudahkan pemahaman dari tiap sub tema yang di bahas
  4. Dapat menyesuikan dengan alokasi waktu yang tepat sasaran, artinya di sini semua materi tersampaikan tepat pada waktnya dan tidak ada materi yang tidak terbahas (Belum di Pelajari)
Dari awal kita sudah mengetahui bahwa Rpp merupakan perangkat kebutuhan guru sebagai pelaksanaan pembelajaran yang memang harus di kembangkan secara terperinci dari materi pokok pelajaran atau dari tema tertentu yang bisa mengarah pada silabus. Sehingga perangkat rencana kegiatan pembelajaran ini tiap tatap muka dalam satu kali pertemuan bisa di susun dan dikembangkan secara rinci dari materi pokok atau sub teman matari yang sudah di sampaikan kepada peserta didik, agar peserta didik ini memahami dari materi tesebut dan mencapai kompetensi dasar (KD)

Dari kompetensi dasar (KD) suatu perencanaan pembelajaran maka di setiap jenjang pendidikan memiliki yang namanya standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator, karena dengan ke tiga hal tersebut adalah untuk mengetahui materi apa saja yang akan di pelajari dan tujuan apa saja yang harus di capai sehingga mudah terarah dan merupakan program yang telah terstruktur dalam tiap satuan pendidikan sekolah.

Di mana sebuah standari kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dapat mengetahui suatu keterapilan, dan sikap peserta didik sehingga dapat di ketahui secara spesifikasi dapat dijadikan untuk menilai keterapilan hasil belajar dan juga dijadikan sebagai tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau dari mata pelajaran tertentu yang di sampaikan oleh seorang guru.

Maka. kita dapat mengetahui bahwa dengan adanya standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dalam pendidikan untuk menyusun rencana perencanaan dapat di jadikan sebagai bahan patokan bahasan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut.

Dari sinilah kita dapat mengambil suatu kesimpulan dari Kompetensi dasar dan juga indikator dalam hal pengertian. Dari dua komponen ini dalam pelaksanaan pembelajaran tidak bisa di pisahkan satu sama lainnya, Maka tiap dua komponen ini memiliki arti yang berbeda. Dibawah ini kita jelaskan tentang pengertian dari kompetensi dasar dan indikator secara sederhana dan ini merupakan pendapat saya pribadi.
  • Pengertian Kompetensi dasar
 Yang di maksud dengan pengertian kompetensi dasar adalah tentang pengetahuan, keterampilan,  dan sikap minimal yang harus dicapai oleh peserta didik untuk menunjukan bahwa peserta didik telah mengeuasi standar kompetensi yang telah ditetapka, Oleh karen itulah suatu kompetensi dasar merupakan penjabaran dari standar kompetensi.
  • Pengertian indikator
Sedangkan untuk pengertian dari indikator itu sendiri Adalah merupakan ciri atas pencapaian kompetensi dasar (KD) yang ditandai oleh perubahan sikap perilaku yang dapat dikukur melalui beberapa hal seperti : Sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Maka di sini indikator dapat kita kembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur atau dapat kita diobservasikan.
Cukup jelas dari urian di atas bahwa suatu perangkat pembelajaran seperti Rpp bagi seorang guru haruslah membuat dan menyusun dengan baik dan sistematis, Dengan ini pula bagi admin ingin berbgai suatu perangkat pembelajaran Rpp sebagai bahan uji atau referensi kedepannya untuk menyusun rpp.

Adapun yang admin share dari perangkat Rpp dari berbagai sumber admin dapatkan, sengaja admin upload sebagai bahan untuk membuatan rpp guna memberikan contoh bagi rekan guru dimana pun berada. Rpp kurikulum 2013 ini adalah untuk tingkat SD kelas 4 dari mata pelajaran PKn. Silahkan admin sediakan link dibawah ini untuk mengunduhnya.

Download Rpp Kurikulum 2013 SD/MI kelas 4
RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Download Rpp PKn 1

Rpp Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4 merupakan file atau dokumen yang bisa digunakan untuk melengkapi semua keperluan dan kebutuhan administrasi di sekolah, selain itu juga bisa digunakan sebagai bahan perbandingan atau suatu referensi sesuai dengan keperluan di sekolah kita. Lihat juga file-file yang masih perupakan perangkat administrasi guru dan sekolah di blog kami, atau dibawah ini:

Share :

Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "Rpp Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4"

Back To Top